Pahlawan Tanpa Tanda Jasa (Peringatan Hari Guru)
Guru...satu kata sakral dengan profesi mulia yang tersemat dalam kata tersebut. Semua orang mencontohnya, semua orang mendengar apa katanya, dan semua orang menghormatinya. Dahulu kala terdapat satu kalimat favorit yang sampai saat ini menjadi alasan seorang guru haruslah menjadi sosok sempurna. "Guru, kepanjangan dari digugu dan ditiru" katanya, sayangnya semua orang lupa bahwa guru jugalah manusia, ada saatnya ia lelah, runtuh, juga tanpa sadar berbuat kesalahan, tetapi dengan kemuliaan yang tertanam pada profesinya ia terus berusaha menjadi yang terbaik, ia menyayangi semua anak yang bahkan tidak ada hubungan darah dengannya, ia memeluknya, ia menjadi atap dan payung saat anak tersebut kepanasan juga kehujanan. Hal tersebut yang melembutkan hatinya dan mungkin yang membuat ia bertahan dengan segala keterbatasan juga kekurangan pada profesinya. Ketika melihat anak didik menjadi sosok, ketika mendengar ucapan, "terima kasih yah bapak dan ibu" atau "ini saya yang dulu diajar bapak dan ibu, saya tidak akan pernah lupa" dari anak didiknya merupakan sebuah kekuatan juga kebanggaan pada hatinya yang penuh dengan keikhlasan.
Begitu mulainya seorang guru juga berjasanya dalam bidang perkembangan dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan, pada tanggal 25 November ditetapkan sebagai hari guru nasional. Penetapan tanggal ini didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 dan bertepatan dengan hari lahir Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) juga sebagai momentum perjalanan Ki Hajar Dewantara yang mengabdikan dirinya pada pendidikan dan ilmu pengetahuan. Semua sekolah, orang tua, murid, dan masyarakat Indonesia ikut memeriahkan tanggal tersebut. Perayaan tersebut sebagai tanda ucapan terima kasih mereka kepada salah satu sosok yang berjasa dalam kehidupan mereka.
SMP Negeri 2 Panongan mengucapkan, "Selamat Hari Guru, semoga keikhlasan juga kebaikanmu menjadi kemudahan juga keberkahan di hidupmu kelak"



Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
MERDEKA BELAJAR!
Merdeka Belajar adalah sebuah kebijakan pendidikan yang bertujuan untuk memberikan kebebasan dan otonomi kepada siswa, guru, dan sekolah dalam proses pembelajaran. Kebijakan merdek